Lama kita tidur berapa jam?

Sebaiknya dalam satu hari kita tidur berapa jam ya? Tidur yang baik untuk kesehatan dan juga sesuai dengan ajaran agama. Mungkin dengan searching, maupun googling ataupun yahooing (emang ada yahooing) saya mencoba menyusun, lebih tepatnya copas dengan sedikit perubahan mengenai Lama Tidur Yang Ideal Bagi Tubuh.

Akhirnya saya pun mencari referensi-referensi yang berhubungan dengan ”tidur”.

Pertama, dalam Riyadus Shalihin ada sebuah hadist yang menyebutkan, “Puasa yang amat tercinta di sisi Allah adalah puasanya Nabi Dawud, sedang shalat yang amat tercinta di sisi Allah juga shalatnya Nabi Dawud. Ia tidur separuh malam, lalu bangun – untuk bersembahyang malam- sepertiga malam, kemudian tidur lagi seperenam malam. Ia berpuasa sehari dan berbuka sehari. Ia tidak akan lari jikalau menemui – berhadapan dengan musuhnya.

Berdasarkan hadist tersebut, jika malam dihitung dari mulai ba’da Isya atau sekitar pukul tujuh malam sampai fajar, sekitar pukul empat pagi berarti ada durasi waktu kurang lebih sembilan jam setiap malamnya. Nabi Dawud tidur selama empat setengah jam, setelah itu beribadah selama tiga jam, lalu tidur lagi selama satu setengah jam. Jadi, idealnya seorang muslim itu tidur selama kurang kebih lima hingga enam jam setiap malamnya.

Saya pun masih searching mengenai hadist yang berhubungan dengan tidur. Kemudian saya menemukan lagi.

“Barangsiapa yang memohonkan kepada Allah Ta’ala supaya dimatikan syahid dan permohonannya  itu  dengan  secara yang sebenar-benarnya, maka Allah akan menyampaikan orang itu ke tingkat orang-orang yang mati syahid, sekalipun ia mati di atas tempat tidurnya.” (Riwayat Muslim)

Dari hadist tersebut dapat dimaknai jika seseorang memohon dengan sangat kepada Allah bahwa dia sangat ingin mati syahid, dapat saja dia dimatikan dalam keadaan hanya di tempat tidur, tidak harus di medan perang.

“Yang paling saya takuti di antara hal-hal yang saya takuti atas ummatku ialah besarnya perut, gendut karena banyak makan, terus menerus tidur,  kegemaran tidur yang melampaui batas, malas-malasan dan lemahnya keyakinan, tidak mempunyai pendirian yang tegas dan mantap.”

Tidur terus menerus atau tidur yang berlebihan itu tidaklah baik. Salah satu hal yang dibenci oleh Rasulullah dan dari segi kesehatan juga tidaklah baik.

484. Dari Abdullah bin Mas’ud r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. tidur di atas selembar tikar, lalu bangun sedang di lambungnya tampak bekas tikar itu. Kami berkata: “Ya Rasulullah, alangkah baiknya kalau kita ambilkan saja sebuah kasur untuk Tuan.” Beliau bersabda: “Apakah untukku ini dan apa pula untuk dunia -maksudnya: bagaimana saya akan senang pada dunia ini. Saya di dunia ini tidaklah lain kecuali seperti seorang yang mengendarai kenderaan yang bernaung di bawah pohon, kemudian tentu akan pergi dan meninggalkan pohon itu.”

Ingatlah, bahwa kita hidup didunia ini hanyalah sementara. Seperti diibaratkan sebagai seseorang yang mengendarai kendaraan yang bernaung dibawah pobon, kemudian tentu akan pergi dan meninggalkan pohon  itu. Mungkin beberapa dari kita saat ini sedang ”tertidur” dengan lelap dalam hidupnya didunia ini. Lupa bahwa kita disini hanya sementara dan haruslah mencari bekal untuk hari kemudian yang kekal.

“Jikalau seseorang dari engkau semua mengantuk dan ia sedang bersembahyang, maka baiklah ia tidur dulu, sehingga hilanglah kantuk tidurnya. Sebab sesungguhnya seseorang dari engkau semua itu jikalau bersembahyang sedang ia mengantuk, maka ia tidak tahu, barangkali ia memulai memohonkan pengampunan – kepada Allah, tetapi ia lalu mencaci maki dirinya sendiri.” (Muttafaq ‘alaih).

Merujuk pada ibadah dan shalat pada waktu malam hari yang telah disebutkan dalam hadist tersebut, jika seseorang sedang dalam keadaan amat sangat mengantuk sekali, maka lebih baik dia tidur dahulu.

153. Dari  Umar al-Khaththab r.a., katanya:  Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Barangsiapa yang tertidur sehingga kelupaan membacakan hizibnya di waktu malam atau sebagian dari hizibnya itu, kemudian ia membacanya antara waktu shalat fajar dengan zuhur, maka dicatatlah untuknya seolah-olah  ia membacanya itu di waktu malam harinya.” (Riwayat Muslim)

154. Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-’Ash  radhiallahu ‘anhuma, katanya: Rasulullah s.a.w. pernah bersabda kepadaku: Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih.
101 “Hai Abdullah, janganlah engkau seperti  si Fulan itu. Dulu ia suka bangun bersembahyang malam, kemudian ia meninggalkan bangun  malam  itu.” (Muttafaq ‘alaih).
155. Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, katanya:  “Rasulullah s.a.w. itu apabila terlambat dari shalat malam, baik karena sakit ataupun lain-lainnya, maka beliau bersembahyang di waktu siangnya sebanyak duabelas rakaat.” (Riwayat Muslim).

Berarti keutamaan shalat lail atau shalat diwaktu malam sangatlah besar. Sampai-sampai saat Rasulullah -orang yang dijamin masuk surga- pun senantiasa melakukannya. Bahkan apabila beliau terlambat dari shalat malam, baik karena sakit ataupun lain-lainnya, maka beliau bersembahyang di waktu siangnya sebnayk duabelas rakaat. Subhanallah….

Dalam QS al Muzzamil yang artinya orang yang berselimut juga disebutkan :
1. Hai orang yang berselimut (Muhammad),
2.bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari[1525], kecuali sedikit (daripadanya),

[1525]. Sembahyang malam ini mula-mula wajib, sebelum turun ayat ke 20 dalam surat ini. Setelah turunnya ayat ke 20 ini hukumnya menjadi sunat.

3. (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.
4. atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.
5. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat.
6. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.
7. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).
8. Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan
9. (Dia-lah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.

Jelas sekali bahwa kita sangat dianjurkan (sunnat) untuk bangun diwaktu malam dan beribadah kepadaNya. Untuk lebih baiknya, mari kita sama-sama mengurangi waktu tidur kita pada malam hari hanya untuk beribadah kepadaNya. Sebuah wujud syukur atas segala nikmat yang diberikan Dia untuk kita. Janganlah terlalu banyak tidur. Tidur yang ideal bagi seornag muslim itu kurang lebih lima hingga enam jam setiap malamnya.

14 Pendapat:

Poskan Komentar

Semua Komentar akan saya moderasi :)
Mohon Maaf Jika Komentarnya tidak segera muncul