Biar Cinta Menyatukan Kita


Lirik Lagu Tiket - Biar Cinta Menyatukan Kita


Coba kau dengar satu pintaku, Ingin sentuh hatimu dengan kasihku
Misteri yg selalu, Tak terungkap tentang dirimu

Sesaat saja beri waktumu, Untuk kita lalui juga resapi
Segala yg indah, Pantas tuk dikenang rasa ini
         jalani saja, lakukan saja
         kita kan mampu melaluinya

Biarkan saja cinta menyatukan kita, Kan ku jaga seharum nafasnya
Jangan sampai tergoreskan luka, Tuntunkanlah hingga akhir kita
         sesaat saja beri waktumu
         untuk kita lalui juga resapi
         segala yg indah, pantas tuk dikenang rasa ini

Biarkan saja cinta menyatukan kita, Kan ku jaga seharum nafasnya
Jangan sampai tergoreskan luka, Tuntunkanlah hingga akhir kita
         berikan waktu untukku
         buktikan tutur kata
         segala yg terjadi
         menuntut cerita bahagia

Biarkan saja cinta menyatukan kita, Kan ku jaga seharum nafasnya
Jangan sampai tergoreskan luka, Tuntunkalah hingga akhir kita

Rasa cinta tak mungkin berdusta, Bila semua untuk cinta
Hanya waktu menjawab semua, Jangan tunggu untuk masa kita

Sejujurnya aku sudah lupa kapan pertama kali mendengar lagu ini. Sebuah lagu yang easy-listening, dan pada saat itu sangat mengena di hati karena aku sedang jatuh cinta. Hingga lagu ini membekas di hati meskipun banyak lagu yang bermuculan dan secara musikalitas lebih baik dari lagu ini.
jalani saja, lakukan saja
         kita kan mampu melaluinya
yup, semua harus berjalan dan terus berjalan. Karena ketika tidak berjalan makan kita akan tertinggal dengan perputaran rotasi bumi atau dengan semua benda disekitar kita yang terus bergerak tanpa peduli dengan kondisi kita, apakah baik ataukah buruk. Yang perlu kita lakukan adalah terus berjalan dan melalui segala aral yang melintang
sesaat saja beri waktumu
untuk kita lalui juga resapi
segala yg indah pantas tuk dikenang rasa ini
Yang aku tahu adalah waktumu sangatlah berharga, di tengah kesibukanmu menyusun rangkai puzzle masa depan di kerasnya lapangan puskesmas, rumah sakit atau entah apalah namanya ditengah benda benda serba putih, penuh dengan kata kata sehat. Atau  secara tiba-tiba kamu berpindah di tengah dinginnya laboratorium atau ruang-ruang kelas. Hingga ketika kamu pulang, kamu terpaksa bertengkar tentang masa depan, tentang idealisme, atau tentang berdiri di atas kaki sendiri.
Waktumu telah banyak aku minta, ketika kamu mendengar celotehanku, cerita cerita tak bermutu dan yang paling parah adalah gombalan yang hanya copy paste dari status facebook atau twit di twitter. 
Berikan waktu untukku
Buktikan tutur kata
Segala yg terjadi
Menuntut cerita bahagia
Aku pernah meminta kepadamu untuk memberikan waktu, sehari, seminggu, sebulan, setahun... Tapi, aku tidak bisa membuktikannya, aku tidak bisa membuatmu bahagia :-( Ahh...

Yang bisa aku sampaikan mungkin cuma sebait puisi ini
telah kusebut namamu,
dalam doa selepas sembahyang malam,
kau tak perlu tahu apa yang kuucapkan

semuanya sudah kulupakan
sebab yang kita ingat-ingat
akan kita harap-harapkan
sementara aku tak ingin
doaku cuma jadi harapan

ia harus ikut bangun pagi

saat aku bangun pagi
ia harus berkeringat
saat aku bekerja
hingga menetes
menjadi sujud yang lain
membangunkan bumi yang tua dan penidur
untuk menumbuhkan
pohon-pohon mengingat namamu
meneduhkan terikmu
melindungi malammu
diambil dari puisi namamu - fahd jibran
Ruang tengah - 09:48
aku masih mendoakanmu


1 Pendapat:

Poskan Komentar

Semua Komentar akan saya moderasi :)
Mohon Maaf Jika Komentarnya tidak segera muncul